Asuransi Kesehatan Ideal
Asuransi kesehatan yang dimiliki sebaiknya adalah asuransi kesehatan
murni, bukan yang dicampur dengan investasi. Hal ini bertujuan agar
manfaaat yang diperoleh lebih tinggi. Misalnya penggantian biaya rawat
inap atau tindakan operasi yang lebih besar.
Tri Djoko menambahkan, seorang karyawan yang sudah mendapat jaminan
kesehatan dari kantornya pun sebaiknya tetap memproteksi diri dengan
asuransi kesehatan. “Asuransi pun ada limitnya. Biasanya kalau salah
satu karyawan mengeluarkan biaya terlalu tinggi karena penyakit kritis,
tahun berikutnya perusahaan asuransi tidak mau orang itu dimasukkan lagi
dalam program,” katanya.
Memilih produk asuransi yang tepat memang bukan perkara sepele.
Dibutuhkan jelian dan ketelitian nasabah karena dana pembelian bukan
milik orang lain, tetapi milik Anda. Kerugian atau risiko atas kesalahan
pembelian asuransi tetap ditanggung pembeli, bukan pihak lain.
Untuk mencegah kerugian akibat asuransi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan calon nasabah, yakni:
- Harus dipahami bahwa premi asuransi merupakan sebuah biaya, bukan
investasi. Dengan kata lain, uang kita akan hilang kalau selama masa
berlakunya polis kita sehat-sehat saja.
- Tanyakan secara rinci kepada agen asuransi setiap butir yang
tertulis dalam polis. Misalnya saja kondisi pengecualian penyakit yang
tidak dijamin, apakah cakupan asuransi meliputi layanan rawat jalan atau
hanya rawat inap?
- Karena mengeluarkan biaya, calon pembeli asuransi sebaiknya
bertanya kepada teman atau orang yang dirasa lebih paham tentang
asuransi. Tak jarang penjelasan tentang penyakit ditulis dalam bahasa
Inggris sehingga bisa menimbulkan arti yang salah.
- Tanyakan juga tentang prosedur klaim. Makin cepat dan mudah proses
klaim, makin baik kuliatas birokrasi perusahaan asuransi yang
bersangkutan. Itu sebabnya, perhatikan pula track record perusahaan
asuransi yang akan dipilih.
- Sampaikan dengan jujur bila Anda sudah mengidap penyakit tertentu sebelum diberlakukannya polis.